Engkong, Penjaga Palang Kereta "...Yang Penting Ikhlas "
Di tengah - tengah Perlintasan kereta Commuter Line Jakarta Kota - Bogor, Lelaki paruh baya dengan seragam
cokelat muda lengkap dengan atributnya berdiri tegap sigap. Terik matahari yang menyengat kulit tak
jadi halangan untuk meneruskan pekerjaannya mengatur lalu lalang kendaraan yang
hendak melintasi rel kereta api Dewi Sartika itu. Keringat yang mengucur keluar, dan wajah lelah tertutupi dengan senyum keikhlasan penuh mengabdi.
Yakub Hendrick Simon, 74 tahun. Biasa di sapa Engkong. Menurutnya, ia telah bekerja sebagai petugas palang perlintasan kereta Jakarta Kota - Bogor sekitar 1 tahun yang lalu. Engkong pernah hidup di zaman Belanda, keras kehidupan pada saat itu sempat dirasakan beliau. Ayahnya merupakan seorang ABRI, kemanapun ayahnya pergi engkong selalu ikut dengan ayahnya. Dari situ engkong bekerja sebagai Wandra ( pembantu tentara barisan pertahanan rakyat angkatan darat). Bekerja lama sebagai wandra membuat engkong cukup lelah dan karena pada saat itu, usia menjadi faktor penghambat engkong untuk melanjutkan profesi nya itu. Akhirnya kini engkong lebih memilih beralih profesi sebagai penjaga palang kereta api. " Awalnya coba coba, tapi setelah saya jalani ya Alhamdulillah lebih baik dari sebelumnya " ucap engkong.
"
Priiiiiit...prittt.., pritt..! " Bunyi peluit terdengar saat kereta hendak
melintasi rel Dewi Sartika itu, badannya yang kecil berusaha mengumpulkan
tenaga untuk mengatur lalu lalang kendaraan. Pekerjaan itu harus engkong
lakukan rutin sampai pukul 17.00 WIB seorang diri. Engkong mendapat upah dari kendaraan yang
melewati rel itu sebesar Rp.40.000 terkadang juga hanya dapat Rp.25.000. Namun tidak menutup kemungkinan juga engkong mendapatkan kurang dari itu. Engkong tak pernah meminta, engkong selalu ikhlas dan bersyukur atas apa yang beliau dapatkan. "Saya bekerja disini tidak ada paksaan.
Saya cuma mau bantu aja biar jalan lancar. Dapat uang juga kalau ada yang kasih
saja. Saya ikhlas " ucapnya sambil tersenyum.
senyum tulus engkong :)
Itulah yang engkong jalani saat ini, bagaimana engkong kedepannya tak ada seorang pun yang tahu, Engkong hanya dapat bersyukur dan ikhlas atas kehidupannya sekarang ini, yang masih berani bertahan hidup walau tantangan dan cobaan yang begitu besar dihadapi.
Engkong pernah bilang " Uang tak ada artinya, jika niat kita membantu, uang pasti akan datang dengan mudah dari Yang Maha Kuasa ". Rabu(21/10/2015)
Engkong menjaga kendaraan ketika kereta
hendak melintasi rel
Engkong tengah bergegas kembali
ke perlintasan untuk mengatur kendaraan
No comments:
Post a Comment