About me

Hi There

Pages

Friday, December 30, 2016

Why you choose PR department? what will you do after you graduate? what are the task of Public Relations


I remember when I was young the first thing I ever wanted to be was a Flight Attendant. Look back in my last two years of vocational high school, i was almost expelled from school cause im rarely enter school, its not because im lazy or unproductive, I just not the social type. and I felt like I wasting time. Im too busy play and hangout with my friend, just going up to someone in mall. When I was in school, it was really difficult. My report cards always said that I was not living up to my potencial. 
And the day came. I have no idea what I’m gonna do. My family trying to get me into unviersity. But I know I can’t. it’s just not working on me. I’m in a panic and trying to decide where to go. that was one of my main things – going to the Flight Attendant recruitment. that’s something I wanted to do since I was 3 or 4 years old. I learn new things everyday, not enough so I looking right major for me later. I google is PR was right for me.
 And here I am Associate Degree in Public Relations | Bina Sarana Informatika. Im scared cause I thought im not suitable with this mjor, I don’t have good enough commuication skills.  I don’t have The ability to multi-task is essential, important and a flexible attitude. Then I think pr is probably not for me. But if I give up, I will never go forward, then I tried and tried again. I learn that PR is like a combination of jobs that are media-related. PR task is planning strategies, researching, writing and organising, managing the PR aspect of a potential crisis situation. Sourching and managing to find sponsorship opportunities. It is still not easy nor difficult. But here I am again, still learning. And I think I love this major. Beside that, writing is important in PR jobs, and I have excellent writing skills as i could be producing press releases, annual reports, articles and newsletters. And the other media releases.
I love writing. Ever since I was young I’ve been writing. New story, review movie, restaurant, blogging. I tried it all and I love it. I know writing isn’t the only element of PR but it’s probably the most important. I think PR is kind of choosing me! Where else can use my social skills, empathy, interest in current affairs, writing and creativity better?

The conclusion is, I want to be the proffesional PR, i'll bring along all i have learned and apply The lifestyle of flight attendant like destines you to always meet new interesting and different people. In a result, you will make many friends all around the world, some of them – for life.

Penulisan Naskah Kehumasan 1 Artikel

Kemurnian Suku Baduy Dalam


Kita tinggal di negara dimana banyak ragam budaya dan suku yang unik, ya Indonesia yang beraneka ragam dikarenakan nenek moyang kita yang berbeda suku. Kali ini kita akan mengenal salah satu suku bangsa asli yang disebut “baduy”. Suku baduy memiliki jumlah penduduk sekitar 5000 – 8000 orang dan berada di kaki pegunungan Kendeng, Desa Kenkes, Banten. Baduy ini terbagi dalam dua golongan yang disebut dengan Baduy Dalam dan Baduy Luar. Secara umum, kedua golongan ini masih sama. Yang menjadi perbedaan adalah Baduy luar sudah terkontaminasi oleh dunia modernisasi yang mayoritasnya menggunakan handphone untuk berkomunikasi dan menggunakan alat elektronik lainnya secara sembunyi – sembunyi agar tidak ketahuan pengawas baduy dalam. Dan yang membuat banyak dari kita penasaran adalah mengapa suku Baduy dalam sangat menutup diri dan hampir tak berkomunikasi dengan pihak luar.





Jika kita ingin mengunjungi suku baduy ini, sebaiknya menghindari musim – musim penghujan karena treknya yang cukup sulit dicapai. Untuk sampai kesana kita dapat berjalan kaki kira – kira 4 jam dari kampung Balimbing. Melewati Baduy luar, perkampungan, lembah, sungai yang akan kita sebrangi dengan jembatan yang terbuat dari bambu dan jalan setapak, ladang lalu ada perbatasan dimana kita akan dilarang menggunakan handphone dan perangkat teknologi lainnya.  Dan setelah itu kita dapat sampai di kampung Cibeo yaitu salah satu dari 3 kampung Baduy dalam.

Pertama yang kita dapat rasakan adalah suasana sunyi dan tentram, tidak ada hiruk pikuk keramaian perkotaan. Ciri khas orang baduy dalam adalah pakaiannya yang berwarna putih alami dan biru tua yang ditenun dan dijahit sendiri dan tak lupa juga ikat kepala putih. Disini kita dapat melihat perbedaan suku baduy luar dan dalam dimana baduy dalam ini masih sangat menganut adat istiadat nenek moyang mereka. Dimana tidak menggunakan alat transportasi dan handphone seperti kebanyakan baduy luar gunakan.

Matahari terbenam, Baduy dalam diselimuti malam gelap, satu – satunya cahaya yang menerangi kampung adlaah lilin. Tidak mungkin jika meneruskan perjalanan. Kita dapat menginap satu malam namun ada beberapa peraturan adat istiadat yang harus ditaati, seperti tidak boleh memakai shampo dan sabun.Waktu malam bisa kita gunakan untuk bertanya jawab tentang baduy dalam secara luas dan pertanyaan kita dapat dijawab dengan senang hati. Ada pelajaran yang dapat kita petik di kemurnian hati suku baduy dalam. Bahwa sebenarnya mereka sudah akrab dengan modernitas namun mereka tetap berpegang teguh akan adat istiadat yang mereka miliki. Prinsip yang mereka miliki itu membuat mereka mandiri dalam memenuhi sandang, pangan dan papan. Tanpa beras mereka dapat menanam bukan membeli, tanpa membeli baju mereka bisa menjahit dan menenun.

Hari menjelang pagi, sebelum melakukan perjalanan pulang tidak ada salahnya untuk membuat cincin dan gelang – gelangan bersama orang Baduy, cincin dan gelang – gelangan tersebut terbuat dari rotan pohon dan hasilnya tentu saja cantik. Sambil menuruni lembah kita dapat menyadari bahwa pohon – pohon dan tanaman yang ada disekitar sini sangat dijaga dan dilindungi oleh suku baduy, semua masih terlihat asri, tidak ditebang sembarangan. Mereka tidak bersekolah namun dia tau bagaimana menghargai sesama tentunya alam, dan kita dapat merasakan bagaimana menjadi manusia yang sederhana dan menyatu dengan alam